GAMBARAN PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI SISTEM KADERISASI UMMAT

GAMBARAN PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI SISTEM KADERISASI UMMAT

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh Pembaca yang budiman,

Sukses di dunia menjadi impian bagi setiap insan terutama sukses diakhirat merupakan cita-cita tertinggi setiap muslim yang beriman, namun hal tersebut dapat diraih dengan usaha yag sesuai pula. Memiliki pemahaman akan pentingnya pendidikan merupakan landasan utama, dengan pendidikan yang tepat mampu mengarahkan kepada tujuan yang tepat pula.

هُوَ ٱلَّذِي بَعَثَ فِي ٱلۡأُمِّيِّ‍ۧنَ رَسُولٗا مِّنۡهُمۡ يَتۡلُواْ عَلَيۡهِمۡ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمۡ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلۡكِتَٰبَ وَٱلۡحِكۡمَةَ وَإِن كَانُواْ مِن قَبۡلُ لَفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٖ

“Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (QS: Al-Jumu’ah).

Diantara pelajaran yang dapat dipetik dari ayat di atas, yakni pendidikan membawa misi mengajarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah demi menghilangkan kejahilan dan kesesatan diri. Bagi kader yang telah berinteraksi dengan keduanya (Al-Qur’an dan As-Sunnah) dan menerimanya dengan baik, maka keshalihan akan diraihnya.

Keduanya(Al-Quran dan As-Sunnah) merupakan pedoman hidup, petunjuk, rahmat bagi orang-orang yang yakin (beriman). Dengan, demikian, keduanya merupakan sumber bagi azas, arah, prinsip, landasan pendidikan yang akan membuat kader menjadi orang-orang yang bertaqwa (kader yang bertauhid, kader yang meraih tujuan pendidikan, kader yang meraih kebaikan dunia dan akhirat).

Bagaimana nasib (keadaan) pendidikan yang tidak berpedoman kepada keduanya? Padahal sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad ﷺ  sedangkan sejelek-jelek urusan adalah yang menyimpang dari petunjuk tersebut. Lalu bagaimana akan rahmat, karunia, keridhaan Allah , dan kebaikan di dunia dan akhirat, padahal pendidikannya tidak merujuk kepada keduanya, sehingga tidak heran didalam pendidikan sekuler, jika ada peserta didik yang mulai sadar akan agamanya (karena ia belajar agama di luar sekolahnya) dan berusaha menerapkannya walau tidak mengganggu orang lain sekalipun karena hanya melekat pada dirinya (misalnya: berpakaian menutup aurat), maka peserta didik tersebut ditentang habis-habisan oleh gurunya da kepala sekolahnya.

Yang sangat mengherankan, justru ditentang oleh guru agamanya, yang merupakan output dari perguruan tinggi islam yang menjadikan islam tinggal namanya saja. Peerta didik ini mendapatkan resiko mulai diinterogasi, dikurangi nilainya, diancam tidak naik kelasnya, hingga diancam dikeluarkan dari sekolah. Peserta didik yang telah mendapatkan hidayah (hidayah irsyad yakni mengetahuiilmu menutup aurat karena belajar dari Al-Quran dan As-Sunnah dan mendapatkan hidayah taufiq/pertolongan dari Allah  berupa diberi kemampuan/ kekuatan memahami, eyakini, dan mengamalkan keduanya karena ia selalu meminta hidayah ii kepadanya maka perlakuan gurunya dan kepala sekolahnya tidak menyurutkan untuk tetap istiqomah memegang teguh keduanya.

Ia memberikan penjelasan secara baik kepada mereka jika ditolak, maka resiko dunia yang tak seberapa ini dihadapi dengan lapang. Ia bertekad, jika dikeluarkan dari sekolahnya, maka ia dapat beajar di sekolah lainnya. Jikapun tidak ada sekolah yang dapat menampungnya, maka yang disebut belajar tidak terbatas hanya di sekolah saja. Belajar dapat dilaksanakan di mana saja dan dalam rentang waktu dari buaian ibu hingga liang lahat. Ia berusaha terus sembari memohon kekuatan kepada Allah  saja, agar tetap berpegang teguh kepada keduanya. Doa selalu dilantunkan;

اللَّهُمَّ يَا مُقَلِّبَ اْلقُلُوْب ثَبِّتْ قَلْبِيْ عَلَى دِيْنِكَ

“YaAllah yang membolak-balikkan hati ini, tetapkanlah hatiku ini di atas agamaMu”.

Keduanya (Al-Qur’an dan As-Sunnah), jika dipegang teguh akan menjadikan kader tersebut selamat dunia dan akhirat. Dengan demikian, pendidikan islam merupakan pendidikan yang menyelamatkan, mendamaikan, menyejahterakan, dan membuat baik kader di dunia dan akhirat. Siapa yang menghendaki seperti ini, maka rujuklah kepada keduanya di dalam setiap urusan.

Sistem Pendidikan Islam : 94-97

semoga artikel ini dapat menginspirasi para pembaca tentang pentingnya pendidikan yang tepat bagi kita terutama buah hati para orang tua yang mendambakan kesuksesan tidak hanya di dunia akan tetapi di akhirat.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *